It's time now See me now
Kita akhirnya bertemu
Sejak kita dilahirkan,
Kita hidup untuk dibandingkan dengan orang lain
Aku mencoba menertawakannya
Di dunia ini,
Kita berdua mengharapkan kebahagiaan masing-masing
kebosananku menjadi bagian dirimu
dan masa depanmu merubah segalanya
Diantara miliaran orang
yang akan aku temui sepanjang hidupku
Hanya dirimu yang sebenarnya ingin aku temui
Tak ada alasan untuk kita
mempermanis kata-kata
Kita tidak membutuhkannya, janganlah melakukannya
Di hati dan pikiranku, aku tak punya alasan untuk melakukannya
Saat kita bersama,
Aku tahu kan dapat merasakan hatiku yang sedang merindu
Kau tahu, hari saat kita saling merindu, aku sangat sedih
itu menjelaskan kepadaku bagaimana menyempurnakan perasaanku saat kita bertemu.
Setiap peristiwa yang kita habiskan bersama, menjadi saat-saat yang istimewa
Aku ingin mengatakan perasaanku kepadamu
Tapi aku tak dapat mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya
Saat kau di sisiku, Aku tahu apa yang harus ku katakan
Aku memikirkan seribu cara untuk mengatakannya tapi aku tak bisa mengatakan sepatah kata pun
Segala sesuatu yang penting yang ingin ku katakan
berakhir dengan kalimat biasa
Di hati dan pikiranku, aku tak punya alasan untuk melakukannya
Ketika aku memikirkan dirimu,
Aku tahu hatiku yang merindu dipenuhi oleh kebahagiaan
Diantara miliaran orang
yang akan aku temui sepanjang hidupku
Hanya dirimu yang sebenarnya ingin aku temui
Tak ada alasan untuk kita
mempermanis kata-kata
Kita tidak membutuhkannya, janganlah melakukannya
Di hati dan pikiranku, aku tak punya alasan untuk melakukannya
Ketika kau di sini
Aku tahu aku dapat merasakan hatiku yang merindu
Perlahan, ku peluk dirimu
It's time now See me now
Kita akhirnya bertemu
04 April 2013
11 Maret 2013
Top 3 Japanese Rock Bands on my nowaday playlist
Seperti anak-anak tahun 90-an lainnya, pada awalnya aku mengenal musik Jepang dari anime, dan Tokusatsu yang pada waktu itu hingga per 3/4 an tahun 2000-an (2008) cukup mendominasi pangsa acara anak-anak di Indonesia.
Sejak Sekitaran 2002 an, Setelah mendengar Spirit Dream Inside -nya L' Arc En Ciel yang merupakan awal aku menyukai genre J-Rock, hingga sekarang ntah sudah berapa lagu Jepang yang aku dengar, dan tentu saja beberapa band Jepang tentu menjadi favorit buat aku.
Dibawah ini aku akan men-share 3 band Jepang yang mendominasi playlist laguku dimanapun itu.Tentu saja penilaian dibawah 100% subjectif dan sesuai seleraku dan jujur aku bukan orang musik. Jadi jangan dibuat kontroversi :D
ASIAN KUNGFU GENERATION (Rank 3)
Sebenarnya band ini sudah aku kenal sejak jaman SMA setelah lagu "Haruka Kanata" menjadi soundtrack Naruto. Tapi, baru setahunan ini aku mulai mendengarkan lagu-lagu lain dari band ini. Walaupun hanya memakai alat musik "standard" band Rock, tetapi komposisi musik nya sungguh menarik, serasi, dan selaras walau kadang monoton. Walau pun sering dianggap bergenre Rock tapi musik dari AKFG tidak berisik atau mengganggu konsentrasi. Sungguh enak di dengar terutama saat kerja atau naek bis saat berangkat ke kantor :D
L' ARC EN CIEL (Rank 2)
L'Arc En Ciel adalah biang keladi aku menyukai genre J-Rock sejak lagu Spirit Dream Inside yang menjadi OST FF: Spirit Within walau tanpa sadar waktu SD aku pernah mendengar lagu Fourth Avenue Cafe yang jadi OST Samurai X. Band yang populer tidak hanya di Jepang tetapi dipenjuru dunia ini bisa dianggap salah satu Band Legendaris. Komposisi mantab, vokalis bersuara keren dan khas, skill bermusik yang mumpuni serta lirik yang (konon) indah. Lagu-lagu L'Arc E Ciel juga mewakili banyak Suasana hatiku terutama Good Luck my Way, Ready Steady Go, Jiyuu E no Shotai yang cepat, atau lagu yang "Gagah" macam DayBreak Bell, mau pun lagu galau seperti Fourth Avenue Cafe dan Hitomi No Juunin (jadi kangen ma kamu kalo dengerin lagu ini T_T)
UVERworld (Rank 1)
Awal mengenal band ini adalah saat salah seorang temenku(?) memberi 1 album OST Death Note dimana salah satu lagunya adalah lagu band ini berjudul
" Nagare-Kukkyo-This-word". Pertanyaannya adalah apa yang membuat band lebih mendominasi playlistku daripada L' Arc En Ciel yang legendaris? Jawabannya adalah variasi musiknya. Dengan bagusnya band ini mampu menggabungkan unsur Rock, Rap, Techno, dan dance. Tentu saja lagu baladanya pun tidak mengecewakan. Secara lirik, band ini lebih straightforward dan jarang "berpuisi". Lagu-lagu macam CORE PRIDE, D-Tecnolife, GO-ON, Unknown Orchestra bisa membuat semangat terutama di pagi hari. Lagu-lagu macam Kimi No Suki no Uta, Koishikute, Minori dan The Over cocok untuk menemani kegalauan di malam hari
Dari 3 band Jepang di atas serta band band Jepang lain macam the Gazette, X-Japan dll, aku bisa menarik beberapa kesimpulan:
Sejak Sekitaran 2002 an, Setelah mendengar Spirit Dream Inside -nya L' Arc En Ciel yang merupakan awal aku menyukai genre J-Rock, hingga sekarang ntah sudah berapa lagu Jepang yang aku dengar, dan tentu saja beberapa band Jepang tentu menjadi favorit buat aku.
Dibawah ini aku akan men-share 3 band Jepang yang mendominasi playlist laguku dimanapun itu.Tentu saja penilaian dibawah 100% subjectif dan sesuai seleraku dan jujur aku bukan orang musik. Jadi jangan dibuat kontroversi :D
ASIAN KUNGFU GENERATION (Rank 3)
Sebenarnya band ini sudah aku kenal sejak jaman SMA setelah lagu "Haruka Kanata" menjadi soundtrack Naruto. Tapi, baru setahunan ini aku mulai mendengarkan lagu-lagu lain dari band ini. Walaupun hanya memakai alat musik "standard" band Rock, tetapi komposisi musik nya sungguh menarik, serasi, dan selaras walau kadang monoton. Walau pun sering dianggap bergenre Rock tapi musik dari AKFG tidak berisik atau mengganggu konsentrasi. Sungguh enak di dengar terutama saat kerja atau naek bis saat berangkat ke kantor :D
L' ARC EN CIEL (Rank 2)
L'Arc En Ciel adalah biang keladi aku menyukai genre J-Rock sejak lagu Spirit Dream Inside yang menjadi OST FF: Spirit Within walau tanpa sadar waktu SD aku pernah mendengar lagu Fourth Avenue Cafe yang jadi OST Samurai X. Band yang populer tidak hanya di Jepang tetapi dipenjuru dunia ini bisa dianggap salah satu Band Legendaris. Komposisi mantab, vokalis bersuara keren dan khas, skill bermusik yang mumpuni serta lirik yang (konon) indah. Lagu-lagu L'Arc E Ciel juga mewakili banyak Suasana hatiku terutama Good Luck my Way, Ready Steady Go, Jiyuu E no Shotai yang cepat, atau lagu yang "Gagah" macam DayBreak Bell, mau pun lagu galau seperti Fourth Avenue Cafe dan Hitomi No Juunin (jadi kangen ma kamu kalo dengerin lagu ini T_T)
UVERworld (Rank 1)
Awal mengenal band ini adalah saat salah seorang temenku(?) memberi 1 album OST Death Note dimana salah satu lagunya adalah lagu band ini berjudul
" Nagare-Kukkyo-This-word". Pertanyaannya adalah apa yang membuat band lebih mendominasi playlistku daripada L' Arc En Ciel yang legendaris? Jawabannya adalah variasi musiknya. Dengan bagusnya band ini mampu menggabungkan unsur Rock, Rap, Techno, dan dance. Tentu saja lagu baladanya pun tidak mengecewakan. Secara lirik, band ini lebih straightforward dan jarang "berpuisi". Lagu-lagu macam CORE PRIDE, D-Tecnolife, GO-ON, Unknown Orchestra bisa membuat semangat terutama di pagi hari. Lagu-lagu macam Kimi No Suki no Uta, Koishikute, Minori dan The Over cocok untuk menemani kegalauan di malam hari
Dari 3 band Jepang di atas serta band band Jepang lain macam the Gazette, X-Japan dll, aku bisa menarik beberapa kesimpulan:
- Ciri khas: Ketiganya walau pun secara umum bergenre Rock tapi masing-masing memiliki ciri khas sendiri sehingga aku bisa membedakan lagu mereka saat mendengarkan MP3
- Tema: Tema yang dibawakan ketiga band bermacam-macam mulai dari cinta, keputus asaan, hingga keceriaan, dan motivasi untuk terus maju dan tidak menyerah.
- Instrument dan komposisi: memakai Intrument "standard" band asal komposisinya OK tetep menghasilkan musik yang OK.
- Suasana hati: Musik yang bagus bisa membuat suasana hati mengikuti alunan melodi yang dibawakan walaupun ga tahu arti liriknya
15 Februari 2013
Bukit dan Batu
Aku menanjaki jalan berliku itu menuju ke Bukit diikuti oleh 2 orang sahabatku, seorang pria dengan pakaian rapi dan membawa tas penuh tanaman-tanaman obat sedangkan seorang lagi pria berpakaian serba gelap ditambah jubah gelap yang menutupi seluruh tubuhnya terutama wajahnya, tampaknya ia tak ingin orang lain melihat wajahnya, termasuk aku sahabatnya sejak kecil.
Di atas bukit itu, terbentang pemandangan alam yang indah laksana surga telah turun di dunia, tetapi bukan itu tujuanku berada di sini. Di ikuti oleh 2 sahabatku, aku menghampiri sebuah batu tampak sengaja diletakkan di situ. Aku segera membersihkan batu itu dibantu oleh 2 sahabatku hingga kami dapat membaca ukiran di atas batu itu.
Kata-kata di atas batu itu selalu menggetarkan hatiku setiap aku membacanya. Pikiranku melayang ke peristiwa 8 tahun yang lalu, yang sangat berkesan bagiku walaupun aku samar-samar mengingatnya. Aku lah yang mengukir batu itu agar aku selalu kembali ke bukit sambil berharap orang yang tertulis di atas batu itu kembali tetapi,... hingga hari ini, 8 tahun sejak peristiwa itu, harapanku hanya sebuah harapan kosong. Orang itu tak pernah
menampakan dirinya seperti memoriku tentangnya yang mulai memudar.
Di tengah lamunanku, seorang sahabatku yang berpakaian rapi memperingatkan bahwa gerhana matahari akan terjadi sebentar lagi. Menurut tradisi, jika doa diucapkan saat gerhana matahari, maka doa itu akan segera dikabulkan. Kami mempercayai hal itu dan untuk tujuan itulah mereka berdua berada di bukit ini menemani aku yang biasanya jatuh sendiri dalam lamunan saat memandang batu itu sendirian.
Sang rembulan mulai menutupi sang surya. kami memejamkan mata kami, dan kawanku yang berpakaian rapi mulai mengucapkan doa tentang cita-citanya menjadi seorang dokter yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Kawanku yang berjubah gelap pun mengucapkan doanya walau pun ia sedikit ragu dalam mengucapkan kata-kata dalam doanya. Saat giliranku tiba, aku teringat kata-kata diatas batu itu. Keinginan terbesar tetap sama... yaitu bertemu dengan orang itu... orang yang sangat aku kagumi walau pun bayangnya semakin samar setiap aku melalui jalan hidupku.
Akhirnya doa itu terucap... tetapi bukan doa untuk bertemu dengan orang itu. Aku berdoa demi kedamaian abadi bagi desaku, dan terutama kedamaian dalam hidupku. Walaupun saat ini desaku sangat damai, tapi banyaknya kekacauan di dunia ini membuatku khawatir bahwa kedamaian akan terenggut dari desaku ini termasuk kedamaian hidupku bersama sahabat-sahabatku.
Kedua sahabatku terheran-heran dengan doaku karena sebagai sahabat dari kami kanak-kanak, mereka sangat tahu kalau aku merindukan orang itu. Aku meyakinkan mereka bahwa kedamaian desa lebih penting daripada orang itu yang perlahan mulai menghilang bayangnya dari hatiku. Mereka hanya diam memandangku seolah-olah mereka tahu bahwa aku sedang menutupi isi hatiku sebenarnya.
Sebelum kembali ke desa, aku memandangi batu itu sekali lagi lalu ku memandang sekitar bukit itu termasuk desaku di bawah bukit ini. Tiba-tiba ledakan besar terjadi di belakangku dan melemparkan aku beberapa kaki. Dengan kesakitan, aku berusaha bangkit dan melihat apa yang terjadi. tetapi debu tebal menutupi pandangan mataku. Kedua sahabatku tampak juga berusaha menahan sakit mereka. Seperti aku, Mereka berusaha bangkit berdiri untuk menghapus keheranan kami terhadap peristiwa yang mengejutkan ini.
Perlahan debu tebal mulai menghilang... dan tampak sesosok wanita yang terbaring tak sadarkan diri. Dengan tertatih-tatih, kedua sahabatku menghampiri sosok itu.
Aku hanya berdiri diam... dalam hatiku terdalam, aku merasa jika... peristiwa ini adalah awal dari segala peristiwa yang mungkin akan merenggut semua yang aku inginkan... termasuk kedamaian desaku dan juga sahabat-sahabatku.
Di atas bukit itu, terbentang pemandangan alam yang indah laksana surga telah turun di dunia, tetapi bukan itu tujuanku berada di sini. Di ikuti oleh 2 sahabatku, aku menghampiri sebuah batu tampak sengaja diletakkan di situ. Aku segera membersihkan batu itu dibantu oleh 2 sahabatku hingga kami dapat membaca ukiran di atas batu itu.
Kata-kata di atas batu itu selalu menggetarkan hatiku setiap aku membacanya. Pikiranku melayang ke peristiwa 8 tahun yang lalu, yang sangat berkesan bagiku walaupun aku samar-samar mengingatnya. Aku lah yang mengukir batu itu agar aku selalu kembali ke bukit sambil berharap orang yang tertulis di atas batu itu kembali tetapi,... hingga hari ini, 8 tahun sejak peristiwa itu, harapanku hanya sebuah harapan kosong. Orang itu tak pernah
menampakan dirinya seperti memoriku tentangnya yang mulai memudar.
Di tengah lamunanku, seorang sahabatku yang berpakaian rapi memperingatkan bahwa gerhana matahari akan terjadi sebentar lagi. Menurut tradisi, jika doa diucapkan saat gerhana matahari, maka doa itu akan segera dikabulkan. Kami mempercayai hal itu dan untuk tujuan itulah mereka berdua berada di bukit ini menemani aku yang biasanya jatuh sendiri dalam lamunan saat memandang batu itu sendirian.
Sang rembulan mulai menutupi sang surya. kami memejamkan mata kami, dan kawanku yang berpakaian rapi mulai mengucapkan doa tentang cita-citanya menjadi seorang dokter yang mampu menyembuhkan segala penyakit. Kawanku yang berjubah gelap pun mengucapkan doanya walau pun ia sedikit ragu dalam mengucapkan kata-kata dalam doanya. Saat giliranku tiba, aku teringat kata-kata diatas batu itu. Keinginan terbesar tetap sama... yaitu bertemu dengan orang itu... orang yang sangat aku kagumi walau pun bayangnya semakin samar setiap aku melalui jalan hidupku.
Akhirnya doa itu terucap... tetapi bukan doa untuk bertemu dengan orang itu. Aku berdoa demi kedamaian abadi bagi desaku, dan terutama kedamaian dalam hidupku. Walaupun saat ini desaku sangat damai, tapi banyaknya kekacauan di dunia ini membuatku khawatir bahwa kedamaian akan terenggut dari desaku ini termasuk kedamaian hidupku bersama sahabat-sahabatku.
Kedua sahabatku terheran-heran dengan doaku karena sebagai sahabat dari kami kanak-kanak, mereka sangat tahu kalau aku merindukan orang itu. Aku meyakinkan mereka bahwa kedamaian desa lebih penting daripada orang itu yang perlahan mulai menghilang bayangnya dari hatiku. Mereka hanya diam memandangku seolah-olah mereka tahu bahwa aku sedang menutupi isi hatiku sebenarnya.
Sebelum kembali ke desa, aku memandangi batu itu sekali lagi lalu ku memandang sekitar bukit itu termasuk desaku di bawah bukit ini. Tiba-tiba ledakan besar terjadi di belakangku dan melemparkan aku beberapa kaki. Dengan kesakitan, aku berusaha bangkit dan melihat apa yang terjadi. tetapi debu tebal menutupi pandangan mataku. Kedua sahabatku tampak juga berusaha menahan sakit mereka. Seperti aku, Mereka berusaha bangkit berdiri untuk menghapus keheranan kami terhadap peristiwa yang mengejutkan ini.
Perlahan debu tebal mulai menghilang... dan tampak sesosok wanita yang terbaring tak sadarkan diri. Dengan tertatih-tatih, kedua sahabatku menghampiri sosok itu.
Aku hanya berdiri diam... dalam hatiku terdalam, aku merasa jika... peristiwa ini adalah awal dari segala peristiwa yang mungkin akan merenggut semua yang aku inginkan... termasuk kedamaian desaku dan juga sahabat-sahabatku.
Langganan:
Postingan (Atom)
