Kembali pada artikel ga jelas tentang tokoh2 antagonis yang baik. Kali ini adalah karakter dari anime yang sudah tidak asing yaitu Doraemon. Siapa lagi kalo tidak tukang Bully, Penyanyi terkenal wannabe, keras kepala, Tukang rampas dan bossy kid bernama TAKESHI GODA atau lebih kita kenal dengan GIANT.
Siapa pun pasti takut mungkin sampai trauma jika memiliki kawan seperti Giant di masa kecilnya. Bayangkan jika tiap hari kamu dipukuli atau disiksa, mainanmu dirampas, belum lagi kalo kamu disuruh-suruh melakukan segala keinginannya kaya budak, ditambah kamu harus menghadiri konsernya dengan suara vokal seperti suara mesin.
itulah sekilas penderitaan Nobita tokoh protagonis serial Doraemon yang selalu menjadi korban bully Giant dan selalu meminta bantuan Doraemon dengan meminjam alat-alat dari masa depan.
1. Memiliki Prinsip
Walaupun begitu, Giant adalah anak yang konsisten dengan apa yang dia katakan. Dia tidak pernah ragu mengambil tindakan jika menurutnya sesuatu dirasa salah. Bahkan dia tak pernah ragu dengan cita-citanya menjadi Penyanyi terkenal walau suaranya tidak bisa dibilang bagus
2. Berjiwa pemimpin
Giant adalah anak yang bossy. Dia ditakuti oleh semua anak-anak disekitar tempat tinggalnya. Tetapi, dia juga andalan sekaligus kapten tim Baseball Giant yang terdiri dari anak2 kompleknya. Dia selalu memotivasi mereka (walaupun dengan ancaman) untuk latihan dengan keras termasuk terhadap Nobita. Di serial petualangan, jiwa kepemimpinannya lah yang sering memotivasi teman-temannya untuk menyelesaikan petualangan mereka
3. Tahu Terima Kasih
Giant juga sering kali terkena masalah karena sok tahu memakai alat-alat Doraemon yang dia rampas atau karena sok berani menghadapi musuh (di serial petualangan). Jika sudah demikian, Doraemon dan Nobita sering datang untuk membantunya. setelah ditolong, ia tak segan berterima kasih bahkan sampai memeluk Nobita maupun Doraemon.
4. Sayang keluarga
Walaupun kasar terhadap teman-temannya, Giant tetap anak yang sayang keluarganya. Ibunya adalah orang yang dia takuti. Selain itu, ia adalah kakak yang sayang dengan adik perempuannya Jaiko. Dia akan melakukan apa saja demi kebahagiaan Jaiko yang bercita-cita menjadi mangaka, termasuk memaksa Doraemon meminjamkan alat-alatnya.
Pendapat pribadi:
Siapa yang tidak takut dengan anak2 yang bossy dan sok preman pada masa kecil kita. aku pun memiliki teman-teman semacam itu dari masa kecilku tetapi, seiring waktu dan semakin dewasa aku justru kagum dengan mereka (yang tidak terjun ke dark side tentunya) karena rasa setiakawan mereka yang besar. Mereka pun lebih memiliki prinsip dalam hidup dan berani mengambil resiko. Mereka pun terbukti lebih cepat mandiri.
Tokoh berikutnya datang dari franchise terkenal Squaresoft (Sekarang Square Enix) dia adalah
14 Juni 2013
04 Juni 2013
Good Antagonist Characters (1):
Adipati Karna
Mendengar kata antagonis, para pecinta sinetron pasti identik dengan sosok yang licik, jahat, mata melotot, pemarah dan berada di sisi gelap dan ga ada baik-baiknya sama sekali. Padahal kenyataannya semua manusia itu "abu-abu" alias memiliki sifat baik maupun buruk. Hanya tinggal seberapa pekat tingkat "keabu-abuan" setiap orang. Semakin menuju sisi terang atau sebaliknya ke sisi gelap tapi tidak ada orang yang "terang" atau pun "gelap" 100%.
Berikut ini ada beberapa tokoh antagonis yang aku tahu yang bila ditelusur lebih jauh ternyata mereka memiliki sifat-sifat "terang":
Adipati Karna (Mahabharata):
Adipati Karna sebenarnya adalah anak Dewi Kunti dengan Betara Surya. Jadi dia sebenarnya adalah saudara seibu dengan Yudistira, Bima dan Arjuna dari Pandawa. selengkapnya bisa dilihat disini. Walaupun begitu dia justru berpihak dengan Pihak Kurawa yang notabene adalah musuh bebuyutan Pandawa dan antagonis utama Mahabharata. Sifatnya adalah mudah emosi, pendendam dan angkuh tetapi memiliki kesaktian yang sama bahkan mungkin melebihi Arjuna. Walaupun begitu dia adalah seseorang yang suka berderma terutama kepada kaum Brahmana, bahkan ia merelakan baju Tamsir yg menjadi pertahanan utamanya setelah diminta seorang Brahmana yang ternyata adalah penjelmaan Betara Indra. Karena terharu oleh keikhlasnya, Sang Betara Indra pun menganugerahkan senjata yang tiada banding dan tidak pernah meleset tetapi hanya bisa dipakai sekali yaitu KUNTA yang nantinya akan membunuh Gatot Kaca.
Selain itu ia orang yang setia kepada sumpah dan mengerti arti membalas budi. Ia pernah dibujuk oleh Krisna untuk memihak Pandawa setelah diberitahu bahwa dia sebenarnya kakak tertua dari Pandawa dan berhak atas tahta Astina, tetapi karena dia teringat akan kebaikan Duryudana (sulung Kurawa) yang mengangkat Karna dari anak Kusir menjadi Adipati Awangga. Selain itu, Duryudana juga merelakan calon istrinya Dewi Surtikanti untuk dinikahi oleh Karna. Akhirnya Karna memilih untuk memihak Kurawa di perang Bharata Yudha walaupun ia mungkin telah tahu kalau dia akan mati di Perang itu dan tidak memperoleh tahta Astina, karena bagi Karna mengkhianati Kurawa yang telah berbuat baik padanya bukanlah tindakan yang patut bagi seorang Ksatria
Ibunya Dewi Kunti, juga pernah membujuknya untuk membela Pandawa, tetapi akhirnya Karna tetap teguh membela Kurawa. Ia juga menyesalkan tindakan dewi Kunti yang tidak mengakui dia sebagai anak waktu dia diolok-olok Pandawa karena hanya seorang anak Kusir walaupun sesakti Arjuna. Tetapi, sebagai anak, Karna bersumpah bahwa di Perang Bharatayudha, dia hanya akan berperang melawan musuh bebuyutannya yaitu, Arjuna dari Pandawa dan siapa pun yang menang, anak dewi Kunti tetap berjumlah lima orang.
Dia membuktikan ucapannya. Walaupun memiliki kesempatan untuk membunuh Yudistira, Bima, Nakula dan Sadewa, ia tidak melakukannya. Pada akhirnya dia tewas setelah terkena Panah sakti Arjuna, PASOPATI. Di akhir cerita Maha Bharata, Karna akan masuk Swarga bersama Para Pandawa dan orang-orang yang berbakti kepada kebaikan
Pendapat Pribadi:
Adipati Karna adalah salah satu tokoh wayang yang aku sukai kisah hidupnya. Hidupnya penuh dilema karena dia harus memilih kesetiakawanan dengan Kurawa atau keluarganya Pandawa. Pada akhirnya dia lebih memilih kesetiakawanannya dengan para Kurawa walaupun ia tahu Kurawa adalah pihak yang Murka dan menolak membantu saudara-saudaranya walaupun dapat iming2 kemasyuran, kekayaan, bahkan tahta. walau pun begitu ia masih menunjukan baktinya kepada Dewi Kunti dengan hanya bertempur dengan seorang Pandawa yaitu Arjuna. Adipati Karna adalah contoh seorang setia pada sumpah dan mengerti arti balas budi (dengan mengesampingkan dia berada di pihak yang salah). Ia mengerti makna "keluarga sejati" tidak harus diikat oleh darah tetapi oleh kepercayaan, dan kesetiaan.
See you next time. for Next Character will be:
Berikut ini ada beberapa tokoh antagonis yang aku tahu yang bila ditelusur lebih jauh ternyata mereka memiliki sifat-sifat "terang":
Adipati Karna (Mahabharata):
Adipati Karna sebenarnya adalah anak Dewi Kunti dengan Betara Surya. Jadi dia sebenarnya adalah saudara seibu dengan Yudistira, Bima dan Arjuna dari Pandawa. selengkapnya bisa dilihat disini. Walaupun begitu dia justru berpihak dengan Pihak Kurawa yang notabene adalah musuh bebuyutan Pandawa dan antagonis utama Mahabharata. Sifatnya adalah mudah emosi, pendendam dan angkuh tetapi memiliki kesaktian yang sama bahkan mungkin melebihi Arjuna. Walaupun begitu dia adalah seseorang yang suka berderma terutama kepada kaum Brahmana, bahkan ia merelakan baju Tamsir yg menjadi pertahanan utamanya setelah diminta seorang Brahmana yang ternyata adalah penjelmaan Betara Indra. Karena terharu oleh keikhlasnya, Sang Betara Indra pun menganugerahkan senjata yang tiada banding dan tidak pernah meleset tetapi hanya bisa dipakai sekali yaitu KUNTA yang nantinya akan membunuh Gatot Kaca.
Selain itu ia orang yang setia kepada sumpah dan mengerti arti membalas budi. Ia pernah dibujuk oleh Krisna untuk memihak Pandawa setelah diberitahu bahwa dia sebenarnya kakak tertua dari Pandawa dan berhak atas tahta Astina, tetapi karena dia teringat akan kebaikan Duryudana (sulung Kurawa) yang mengangkat Karna dari anak Kusir menjadi Adipati Awangga. Selain itu, Duryudana juga merelakan calon istrinya Dewi Surtikanti untuk dinikahi oleh Karna. Akhirnya Karna memilih untuk memihak Kurawa di perang Bharata Yudha walaupun ia mungkin telah tahu kalau dia akan mati di Perang itu dan tidak memperoleh tahta Astina, karena bagi Karna mengkhianati Kurawa yang telah berbuat baik padanya bukanlah tindakan yang patut bagi seorang Ksatria
Ibunya Dewi Kunti, juga pernah membujuknya untuk membela Pandawa, tetapi akhirnya Karna tetap teguh membela Kurawa. Ia juga menyesalkan tindakan dewi Kunti yang tidak mengakui dia sebagai anak waktu dia diolok-olok Pandawa karena hanya seorang anak Kusir walaupun sesakti Arjuna. Tetapi, sebagai anak, Karna bersumpah bahwa di Perang Bharatayudha, dia hanya akan berperang melawan musuh bebuyutannya yaitu, Arjuna dari Pandawa dan siapa pun yang menang, anak dewi Kunti tetap berjumlah lima orang.
Dia membuktikan ucapannya. Walaupun memiliki kesempatan untuk membunuh Yudistira, Bima, Nakula dan Sadewa, ia tidak melakukannya. Pada akhirnya dia tewas setelah terkena Panah sakti Arjuna, PASOPATI. Di akhir cerita Maha Bharata, Karna akan masuk Swarga bersama Para Pandawa dan orang-orang yang berbakti kepada kebaikan
Pendapat Pribadi:
Adipati Karna adalah salah satu tokoh wayang yang aku sukai kisah hidupnya. Hidupnya penuh dilema karena dia harus memilih kesetiakawanan dengan Kurawa atau keluarganya Pandawa. Pada akhirnya dia lebih memilih kesetiakawanannya dengan para Kurawa walaupun ia tahu Kurawa adalah pihak yang Murka dan menolak membantu saudara-saudaranya walaupun dapat iming2 kemasyuran, kekayaan, bahkan tahta. walau pun begitu ia masih menunjukan baktinya kepada Dewi Kunti dengan hanya bertempur dengan seorang Pandawa yaitu Arjuna. Adipati Karna adalah contoh seorang setia pada sumpah dan mengerti arti balas budi (dengan mengesampingkan dia berada di pihak yang salah). Ia mengerti makna "keluarga sejati" tidak harus diikat oleh darah tetapi oleh kepercayaan, dan kesetiaan.
See you next time. for Next Character will be:
28 Mei 2013
Red Ace: First Digital Painting(Level Kindergarten Kid)
Hello,
Setelah sekian lama hanya share lirik2 Jepang galau translasi Indonesia, sekali-sekali share tentang kegiatan buat mengatasi stress karena pekerjaan.
Aku memakai banyak cara buat mengelola stress, yaitu Editing foto (lebih tepatnya ngrusak foto), Buat Game pake Tools, Belajar programming (#EH tp beneran dah), Maen game (tentu aja) dan yang paling baru... digital painting.
Digital Painting??? Are you serious? Ya! Kenapa? yah ini lah detailsnya
Setelah sekian lama hanya share lirik2 Jepang galau translasi Indonesia, sekali-sekali share tentang kegiatan buat mengatasi stress karena pekerjaan.
Aku memakai banyak cara buat mengelola stress, yaitu Editing foto (lebih tepatnya ngrusak foto), Buat Game pake Tools, Belajar programming (#EH tp beneran dah), Maen game (tentu aja) dan yang paling baru... digital painting.
Digital Painting??? Are you serious? Ya! Kenapa? yah ini lah detailsnya
- Motif: Jujur aku ga isa gambar... bahkan gambarku sama anak TeKa aja mungkin kalah. Tapi, kenapa sekarang maen Digital painting? Awalnya karena Team Artis di kantor mbuat kompetisi Art dengan tema "Girl and Mecha" dan lagi ini terbuka buat divisi non- artis. Awalnya sih malas ikut walau tertarik karena sadar diri. Tapi temen kost yang juga GD malah "manas- manasi" buat memeriahkan aja... ya udah.Ibarat semut Mendaftarkan diri untuk melawan para DEWA
- Alat dan Bahan: Non-Digital: Pensil Mekanik, Boxy , penghapus, buku gambar A4. Digital: Laptop, Camera HP 5 Mpx, Mouse, Adobe Illustrator, Adob Photoshop
- Konsep: Karena temanya Girl and Mecha, maka minimal aku buat 2 object yaitu Girl dan Mecha. Awalnya konsep keduanya adalah Wayang kulit, tp karena kesulitan, akhirnya aku gambar biasa aja. Untuk Mecha, Konsepnya adalah Robot klasik Jepang seperti Gigantor. Buat nya ga begitu susah. Tantangan sebenarnya adalah menggambar ceweknya apalagi kl bisa seksi... karena lagi pertama kli gambar cewek, makanya aku banyak searching di Internet. Hasil nya... lihat di bagian komentar dan kritik
- Lining: Setelah konsep selesai, aku minjem camera 5 MPX dr temenku buat men scan gambar dan memasukannya ke laptop. Setelah itu mulai menebalkan garis. di bagian inilah aku sadar kl gambarku ga proposional dan asimetris. Software yang dipake Adobe Illustrator
- Coloring: Setelah Lining, tetu gambar harus diwarnai, makanya aku migrasi ke Adobe Photoshop. Paling susah adalah meratakan warna dan milih brush
- Background: Jika proses diatas makan waktu 1 bulan lebih... maka proses ini hanya butuh 4 jam buat membuat Background karena aku hanya maen Photoshop
- Kritik: Buat Gambar cewek: " Itu cewek apa cowok?"
. Buat Robot: " Robot Jaman Showa banget"< Senior Testerku>. Buat Keseluruhan: "Kamu gambar pake Paint?"< Seorang temenku> - Hasilnya adalah:
Langganan:
Postingan (Atom)